Blora, Harianblora.com – Air PDAM Kabupaten Blora tercemar yang dialami ribuan pelanggan di wilayah Kabupaten Blora, padahal air tersebut adalah air utama dalam memenuhi kebutuhan hidup para warga.
Air Waduk Bentolo di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan yang tercemar. |
Hal itu dikarenakan sumber mata air di Sendang Putri dan Waduk Bentolo di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora tercemar yang mengganggu aktivitas warga dalam menjalankan kehidupannya, terutama yang berkaitan dengan air.
Selain warga di sekitar Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, warga Kunduran juga merasakan hal sama. Sebab, air warga di RT 3, RW IV Kunduran juga menjadi hitam, berbau tak sedap dan warga enggan untuk menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Atas kondisi mengenaskan tersebut, sebagian warga terpaksa tetap menggunakan air PDAM tersebut. Mereka sebagian besar masih menggunakannya untuk minum, mandi, mencuci piring, pakaian dan kebutuhan lainnya. Bahkan banyak warga merasa gatal-gatal tidak nyaman karena digunakan untuk mandi.
Diduga Pencemaran PT GMM
Dari pantauan Harianblora.com, Jumat (13/3/2015),
masih banyak warga menggunakan air tersebut meskipun berisiko gatal-gatal. Sebagian
warga juga menduga bahwa tercemarnya air PDAM di wilayah Blora tersebut adalah
akibat dari air baku PT Ghendis Multi Manis (GMM). Pasalnya, adanya operasional
pabrik tersebut diduga mengeluarkan limbah dan menjadikan air PDAM di wilayah
PDAM Blora.
Di sisi lain, sebelum adanya aktivitas PT GMM
tersebut, air PDAM selalu bersih dan tidak pernah tercemar. Apalagi, pabrik
gula tersebut beroperasi di Waduk Bentolo yang menjadi sumber air bagi warga
sekitar.
Menurut warga, sudah satu bulan ini PDAM tidak
mengalirkan air kepada para pelanggannya. Sebagian warga pasrah dan tidak bisa
berbuat apa-apa. Namun ada juga yang membeli jet pump seharga Rp. 6 juta dan
membuat sumur di sekitar pemukiman untuk menyedok air bersih dengan kedalaman
10 meter.
Pemberhentikan air PDAM tersebut yang seharusnya
dialirkan ke rumah-rumah warga dilakukan oleh petugas PDAM Kecamatan Kunduran
Kabupaten Blora. PDAM juga tidak bisa menentukan sampai kapan batas waktu
pemberhentian air PDAM tersebut. Pasalnya, pihak PDAM sendiri masih bingung
dalam mengatasi pencemaran air yang sumber utamanya dari Waduk Bentolo
tersebut.
Warga sekitar, terutama pelanggan air PDAM
tersebut berharap agar pihak PDAM dan PT GMM untuk menyelesaikan masalah
pencemaran tersebut. Dari laporan warga, air tersebut memang tercemar, namun
belum diditeksi kalau beracun, akan tetapi sebagian warga yang mamaksa
menggunakan air tersebut sudah terkena penyakit gatal-gatal.
Sesuai yang dilansir Radar Kudus, sebenarnya PDAM Kecamatan Kunduran telah melayangkan surat edaran yang ditujukan kepada pelanggan dan ditembuskan kepada Pemerintah Kecamatan Kunduran.
”Dalam surat itu antisipasi keluhan masyarakat menunggu airnya normal. Sehabis itu akan disalurkan kembali. Untuk pembayaran rekening pelanggan Maret juga ditiadakan,” jelas Camat Kunduran Riyanto Warsito.
General Manajer (GM) PT Ghendis Multi Manis (GMM) PG Blora Edi Winoto, secara terpisah juga mengungkapkan akan menangani pencemaran tersebut. Sebab, waduk ini letaknya lebih rendah dengan perusahaan.
”Kita belum mengetahui baik secara ilmiah ataupun lainnya penyebab tercemarnya air Waduk Bentolo tersebut. Kami telah memanggil dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah. Ternyata juga belum diketahui penyebab pastinya,” tutur Edi Winoto.
Dia menjelaskan, pejabat dari BLH Provinsi Jawa Tengah itu pun hanya mengecek dan meninjau lokasi waduk yang tercemar tersebut. Setelah mengecek, mereka belum memberitahukan pihaknya penyebab utama yang menjadikan air waduk tersebut tercemar.
”Untuk mengetahui secara pasti penyebabnya kami akan mendatangkan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta,” lanjutnya. (Red-HB23/Yud/Hil/RK).
0 comments:
Post a Comment